Sari, Dewi Sekar (2026) Teknik Pembesaran Udang Vanname (Littopenaeus Vannamei) Secara Intensif di Tambak Maximus Shrimp Farm-TAD Desa Pejarakan Kecamatan Gerokgak Provinsi Bali. Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, Sidoarjo. (Unpublished)
Dewi Sekar Sari_TBP-20260723T032331Z-1-001.zip
Download (5MB)
KPA FULL Dewi.pdf
Restricted to Registered users only
Download (2MB) | Request a copy
Abstract
Udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu komoditas perikanan unggulan di Indonesia dengan nilai ekonomi tinggi, didukung oleh keunggulan berupa pertumbuhan cepat, ketahanan terhadap penyakit, serta kemampuan beradaptasi pada rentang lingkungan yang luas. Seiring dengan peningkatan permintaan pasar internasional, teknologi budidaya berkembang menuju sistem intensif yang mampu meningkatkan produktivitas melalui penggunaan wadah terkontrol, kepadatan tebar tinggi, dan manajemen pakan yang terukur. Karya Ilmiah Praktik Akhir (KIPA) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan teknis dalam seluruh tahapan pembesaran udang vaname secara intensif, sekaligus memperoleh data teknis riil terkait manajemen pakan, parameter kualitas air, dan hasil produksi akhir.
Kegiatan KIPA ini dilaksanakan di Tambak Maximus Shrimp Farm–TAD yang berlokasi di Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Perusahaan ini menerapkan sistem budidaya intensif menggunakan petak kolam yang dilapisi terpal HDPE (High Density Polyethylene) dengan luas berkisar antara 4.502 m² hingga 4.805 m². Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi aktif secara langsung di lapangan, partisipasi kerja, wawancara dengan teknisi, serta studi pustaka untuk mendukung data primer dan sekunder. Data teknis operasional difokuskan pada pengamatan di dua petak uji, yaitu petak A8 (luas 4.802 m², asal benur STP Banyuwangi, padat tebar 160 ekor/m²) dan petak A10 (luas 4.502 m², asal benur PAA, padat tebar 194 ekor/m²).
Ruang lingkup kegiatan operasional mencakup tiga fase utama, yaitu pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi. Fase pra-produksi meliputi pembersihan kolam, perbaikan konstruksi, pemasangan kincir (masing-masing 22 unit per petak), serta sterilisasi dan treatment air tandon maupun media budidaya menggunakan bahan kimia seperti TCCA, Cupri, PK, H₂O₂, serta aplikasi bakteri menguntungkan (Bacillus dan produk nitrifikasi). Fase produksi berfokus pada penebaran benur tersertifikasi SPF (Specific Pathogen Free) ukuran PL 10 setelah melalui proses uji laboratorium dan aklimatisasi. Manajemen pakan dikelola menggunakan kombinasi metode Blind Feeding pada awal masa pemeliharaan (DOC 1–25) dan Demand Feeding berbasis kontrol anco pasca DOC 25 menggunakan pakan komersial berbentuk crumble dan pellet. Guna mendukung kesehatan pencernaan, pakan juga diperkaya dengan nutrisi tambahan (feed additive) berupa probiotik Bacillus dan Lactobacillus.
Monitoring kualitas air dilakukan secara berkala dan menunjukkan parameter yang relatif stabil dan optimal bagi pertumbuhan udang. Hasil pencatatan menunjukkan fluktuasi suhu harian berkisar antara 28–29°C di pagi hari dan 30–33°C di siang hari; tingkat kecerahan air menurun dari semula 100 cm pada awal tebar menjadi 35–50 cm akibat peningkatan plankton dan bahan organik; warna air didominasi oleh warna hijau dan cokelat; kisaran pH harian berada pada nilai 7,5–8,8; salinitas stabil di angka 33–34 ppt; alkalinitas rata-rata berkisar 134–135 mg/L; kadar bahan organik (TOM) rata-rata berada pada 100,32–102,53 mg/L; kandungan Ammonium (NH₄) mayoritas berada pada rentang aman 0–1 mg/L (kecuali kenaikan sesaat di petak A10 sebesar 2 mg/L pada DOC 30); serta kadar Nitrit (NO₂) yang terjaga rendah pada kisaran 0–0,15 mg/L. Pengendalian akumulasi limbah organik pada dasar tambak diatasi melalui kegiatan penyiponan rutin yang dimulai sejak DOC 20.
Aspek biologi perairan didominasi oleh golongan Green Algae dan bakteri menguntungkan. Berdasarkan monitoring kesehatan udang secara berkala dan uji PCR (Polymerase Chain Reaction), komoditas udang pada kedua petak dinyatakan sehat dan bebas dari infeksi patogen utama seperti EHP, AHPND, WSSV, dan IMNV. Pengukuran performa pertumbuhan udang (sampling harian) menunjukkan peningkatan bobot rata-rata (Average Body Weight/ABW) yang progresif; pada DOC 30 capaian ABW petak A8 mencapai 2,62 gram dengan laju pertumbuhan harian (Average Daily Growth/ADG) sebesar 0,17 g/hari, sedangkan petak A10 mencapai ABW 1,86 gram dengan ADG sebesar 0,11 g/hari.
Kegiatan pasca-produksi diakhiri dengan pelaksanaan panen total pada saat udang mencapai umur pemeliharaan DOC 60. Hasil akhir produksi menunjukkan performa yang berbeda pada kedua petak uji. Petak A8 menghasilkan total tonase sebanyak 1.666 kg dengan populasi akhir 276.790 ekor, tingkat kelangsungan hidup (Survival Rate/SR) sebesar 51,06%, dan ukuran panen (size) 125. Sementara itu, petak A10 menunjukkan hasil produksi yang lebih optimal dengan pencapaian total tonase sebesar 4.461 kg, populasi akhir 469.055 ekor, nilai kelangsungan hidup (SR) yang sangat baik di angka 84,29%, serta ukuran udang yang lebih besar (size 89). Penanganan pasca-panen dilakukan secara cepat dan higienis melalui tahapan pencucian, penyortiran mutu produk (fresh, moulting, under size), penimbangan, serta pengemasan menggunakan rantai dingin es dengan perbandingan udang dan es sebesar 1:2 guna mempertahankan kesegaran kualitas komoditas udang komersial tersebut.
| Item Type: | Other |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling |
| Divisions: | Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Electronics and Computer Science |
| Depositing User: | Unnamed user with email admin@poltekkpsidoarjo.ac.id |
| Date Deposited: | 13 Oct 2026 08:11 |
| Last Modified: | 13 Oct 2026 08:16 |
| URI: | https://repository.poltekkpsidoarjo.ac.id/id/eprint/576 |
