Manajemen Kualitas Air Pada Budidaya Udang Vannamei (Litopanaeus vannamei) Secara Intensif di PT Hidup Sentosa Tambak Madura,Kabupaten Sumenep,Provinsi Jawa Timur

Ramadhani, Zahratu Mawara (2026) Manajemen Kualitas Air Pada Budidaya Udang Vannamei (Litopanaeus vannamei) Secara Intensif di PT Hidup Sentosa Tambak Madura,Kabupaten Sumenep,Provinsi Jawa Timur. Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, Sidoarjo. (Unpublished)

[thumbnail of KIPA FULL LAMPIRAN.pdf] Text
KIPA FULL LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Manajemen kualitas air merupakan faktor krusial dalam keberhasilan budidaya udang vannamei (Litopenaeus vannamei) secara intensif untuk menjaga produktivitas dan mencegah risiko timbulnya penyakit. Karya Ilmiah Praktik Akhir ini bertujuan untuk mengkaji pengelolaan dan dinamika parameter kualitas air serta dampaknya terhadap performa produksi udang vannamei di PT Hidup Sentosa Tambak Madura, Desa Badur, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Evaluasi dilakukan pada dua petak pembesaran, yaitu petak A11 dan A12, masing-masing seluas 2.500 m² dengan padat tebar 164 ekor/m² (407.628 ekor) dan 162 ekor/m² (404.400 ekor) menggunakan benur berstatus Specific Pathogen Free (SPF). Pengelolaan kualitas air yang diterapkan meliputi persiapan media (pembersihan dan pengeringan 7–14 hari), sterilisasi air tandon dan perlakuan air media menggunakan disinfektan (TCCA 90%, CuSO₄, Delstar Marina) serta pupuk ZA dan fermentasi dedak, penyiponan rutin 2 kali sehari sejak DOC 14–60, penambahan air laut steril pasca-sipon, aplikasi probiotik (Lalsea Biorem dan Biomin) sejak DOC 1 hingga panen, serta pengapuran menggunakan azomite dan kapur gamping (CaO). Hasil pengamatan parameter kualitas air menunjukkan kisaran suhu subuh–malam 28,4–31,4 °C, kecerahan 30–100 cm, salinitas 28–43 ppt, pH 7,6–9,6, DO 4,07–6,98 mg/L, alkalinitas 118–192 mg/L, TOM 13,23–83,43 mg/L, nitrit (NO₂⁻) 0,05–2,5 mg/L, amonium (NH₄⁺) 0,5–5 mg/L, serta kelimpahan fitoplankton didominasi oleh kelas Green Algae dan Diatom. Total Vibrio spp. berkisar antara 3,3×10² hingga 9,6×10² cell/mL yang masih berada di bawah ambang batas aman (1×10³ cell/mL). Performa budidaya yang dihasilkan pada petak A11 mencakup total biomassa 6.133,71 kg, Survival Rate (SR) 78,3%, Feed Conversion Ratio (FCR) 1,58, dan size panen 42,9 ekor/kg; sedangkan petak A12 menghasilkan biomassa 5.950,90 kg, SR 76,0%, FCR 1,70, dan size panen 42,6 ekor/kg. Secara umum, manajemen kualitas air yang diterapkan mampu mendukung keberlanjutan proses budidaya intensif dengan performa teknis yang tergolong baik.

Item Type: Other
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Depositing User: Unnamed user with email admin@poltekkpsidoarjo.ac.id
Date Deposited: 14 Oct 2026 05:44
Last Modified: 14 Oct 2026 05:44
URI: https://repository.poltekkpsidoarjo.ac.id/id/eprint/583

Actions (login required)

View Item
View Item