Dinamika Kualitas Air Terhadap Laju Pertumbuhan Udang Vaname (Litopenaeus Vannamei) di PT. Andulang Shrmp Farm Kabupaten Sumenep

Aditiya, Achmad Reza (2026) Dinamika Kualitas Air Terhadap Laju Pertumbuhan Udang Vaname (Litopenaeus Vannamei) di PT. Andulang Shrmp Farm Kabupaten Sumenep. Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, Sidoarjo. (Unpublished)

[thumbnail of Laporan KPA Achmad Reza .pdf] Text
Laporan KPA Achmad Reza .pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Udang vaname (Litopenaeus vannamei) telah menjadi salah satu komoditas akuakultur unggulan di Indonesia, memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional melalui peningkatan devisa dan penyerapan tenaga kerja (Prakoso, 2016). Permintaan pasar yang stabil, baik domestik maupun global, menjadikan budidaya udang vaname terus berkembang pesat dan menjadi primadona bagi para pembudidaya. Untuk mencapai produktivitas yang optimal dan berkelanjutan, manajemen budidaya yang efektif serta pemantauan kesehatan udang secara berkala menjadi faktor kunci (Kasnir, 2023).
Produksi udang vaname di indonesia dari tahun ke tahun mengalami kenaikan. Akan tetapi dalam budidaya udang vaname masih saja menemui beberapa kegagalan akibat buruknya kualitas air khususnya pada tambak intensif. Padat tebar yang tinggi, tingginya bahan organik dalam air kolam, dan pemberian pakan yang berlebihan pada udang dapat menjadi salah satu faktor penurunan kualitas air. Penurunan kualitas air ini dapat mengakibatkan udang vaname stress dan terserang penyakit. Sehingga, dapat menyebabkan kegagalan dalam budidaya udang (Supono, 2015).
Keadaan kualitas air tambak atau kolam akan berperan terhadap kondisi dan performa udang yang dibudidayakan (Gao, 2016). Kualitas air yang fluktuatif akan membuat udang mudah mengalami stress akibat kondisi yang abnormal (Ariadi, 2019). Udang yang stress sangat mudah terserang penyakit dan mati, sehingga tingkat mortalitas budidaya akan semakin meningkat. Fluktuasi parameter kualitas air yang dinamis, salah satunya dipengaruhi oleh faktor input dan limbah budidaya. Limbah dari input budidaya akan semakin meningkat seiring bertambahnya biomassa udang dan umur budidaya (Brown, 2015). Dinamika parameter fisika dan kimia air selama masa pemeliharaan dipengaruhi oleh umur budidaya (DOC), peningkatan biomassa udang, akumulasi bahan organik, serta manajemen tambak. Secara umum, parameter seperti suhu, pH, salinitas, alkalinitas, dan oksigen terlarut (DO) masih berada pada kisaran yang mendukung pertumbuhan udang vaname, meskipun terjadi fluktuasi pada salinitas, nitrit (NO₂), dan fosfat (PO₄), terutama pada akhir pemeliharaan akibat akumulasi sisa pakan dan feses. Kualitas air yang relatif stabil mendukung pertumbuhan udang, sebagaimana terlihat pada kolam A4, sedangkan kolam F3 tetap menunjukkan pertumbuhan yang baik meskipun mengalami fluktuasi kualitas air yang lebih tinggi. Penurunan DO seiring bertambahnya DOC masih berada pada batas aman sehingga tidak menyebabkan mortalitas yang signifikan. Hasil ini menunjukkan bahwa pengelolaan kualitas air melalui monitoring rutin, pengaturan aerasi, pengendalian pakan, dan pengamatan plankton berperan penting dalam menjaga kestabilan lingkungan tambak sehingga mampu mendukung pertumbuhan udang vaname secara optimal hingga masa panen.

Item Type: Other
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Depositing User: Unnamed user with email admin@poltekkpsidoarjo.ac.id
Date Deposited: 19 Oct 2026 04:14
Last Modified: 19 Oct 2026 04:26
URI: https://repository.poltekkpsidoarjo.ac.id/id/eprint/585

Actions (login required)

View Item
View Item