Andying, Airlangga (2026) Identifikasi White Spot Syndrome Virus (WSSV) dengan Metode Polymerase Chain Reaction (PCR) pada Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) di PT Anugrah Nusantara Kraksaan, Probolinggo, Jawa Timur. Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, Sidoarjo. (Unpublished)
Laporan KPA Airlangga.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB) | Request a copy
Abstract
Udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan komoditas akuakultur yang memiliki nilai ekonomi sangat tinggi, dengan produksi global yang mencapai 9,4 juta ton pada tahun 2022. Peningkatan produksi ini didorong oleh metode budidaya intensif dan padat tebar tinggi (Wahyudi et al., 2022; FAO, 2023; Rochman, 2016). Namun, dalam pembudidayaan udang vaname, muncul fakta di lapangan Menunjukkan bahwa wabah penyakit disebabkan oleh virus yang mengganggu Budidaya dan dapat menyebabkan kematian massal. White Spot Syndrome Virus (WSSV) adalah salah satu virus yang menyerang udang di tambak maupun Hatchery udang vanamei. Penyakit ini sering dilaporkan menjadi faktor pembatas Dalam budidaya udang yang disebabkan oleh White Spot Syndrome Virus (WSSV)(Hamjah, et al 2024).
Pelaksanaan kegiatan KPA ini bermaksud untuk meningkatkan pengetahuan Dan ketrampilan melakukan pengujian Identifikasi White Spot Syndrom Virus (WSSV), Dengan Metode Polymerase Chain Reaction (PCR) Pada Udang Vaname (Litopeneaus Vannamei) Di PT Anugrah Nusantara Kraksaan Kota Probolinggo,Provinsi Jawa Timur.
Kegiatan Praktik Kerja Akhir (KPA) ini dilaksanakan di PT. Anugrah Nusantara Kraksaan mulai tanggal 30 Maret 2026 sampai 29 Mei 2026 dengan Jam praktik kerja menyesuaikan Perusahaan. Selama KPA mengikuti kegiatan pemeriksaan laboratorium meliputi kegiatan persiapan sampel, Pengujian PVR, Pembacaan hasil, dan monitoring kwalitas air. Tak hanya itu kegiatan KPA di PT. Anugerah Nusantara Kraksaan juga meliputi kegiatan budidaya udang di tambak secara langsung.
Pengecekan PCR di PT. Anugrah Nusantara kraksaan ini dilakukan sebagai Evaluasi atau deteksi WSSV pada siklus ini, yang dimana pada siklus ini terdapat Udang yang terindikasi terjangkit WSSV. Deteksi ini sangat diperlukan mengambil Tindakan secepatnya . Sampel di PT Anugrah Nusantara Kraksaan berasal dari ait Dan udang budidaya sendiri untuk menguji virus ini, sampel yang diuji berupa air Dan udang baik dalam kondisi hidup atau mati maupun sampel air. Sample pada Nantinya akan melewati beberapa proses agar dapat di identifikasi. Berdasarkan pengamatan yang saya lakukan terhadap data pada Gambar 5.1, terdapat catatan hasil pengujian laboratorium dari PT Anugrah Nusantara Kraksaan pada bulan Maret 2026. Data tersebut mendeskripsikan hasil deteksi Keberadaan White Spot Syndrome Virus (WSSV) yang cukup menjadi perhatian. Dari total 12 sampel atau proses deteksi yang dilakukan selama bulan Maret Tersebut, saya mendapati bahwa terdapat 4 kasus yang secara sah menunjukkan Hasil positif terinfeksi WSSV.
| Item Type: | Other |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling |
| Depositing User: | Unnamed user with email admin@poltekkpsidoarjo.ac.id |
| Date Deposited: | 19 Oct 2026 04:24 |
| Last Modified: | 19 Oct 2026 04:24 |
| URI: | https://repository.poltekkpsidoarjo.ac.id/id/eprint/586 |
