Manajemen Kesehatan Udang Vannamei (Litopenaeus Vannamei) Di PT. Dua Putra Perkasa Pratama Sili Sumbawa Nusa Tenggara Barat

Moelyo, Bagoes Sembodho (2026) Manajemen Kesehatan Udang Vannamei (Litopenaeus Vannamei) Di PT. Dua Putra Perkasa Pratama Sili Sumbawa Nusa Tenggara Barat. Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, Sidoarjo. (Unpublished)

[thumbnail of Laporan KPA Bagoes.pdf] Text
Laporan KPA Bagoes.pdf
Restricted to Registered users only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Manajemen kesehatan udang vannamei di PT. Dua Putra Perkasa Pratama, Sumbawa, dilaksanakan melalui sistem budidaya super intensif yang diawali dengan persiapan lahan yang ketat melalui pembersihan selama satu minggu dan pengeringan selama 4-7 hari guna mengoksidasi senyawa beracun serta memutus siklus patogen. Pengelolaan air dilakukan dengan mensterilkan air laut di kolam tandon menggunakan TCCA dan gamping sebelum didistribusikan ke kolam budidaya yang telah diatur tata letak kincirnya untuk memastikan ketersediaan oksigen terlarut yang optimal. Benur yang ditebar merupakan jenis SPF (Specific Pathogen Free) berukuran PL-9 dengan padat tebar tinggi mencapai 177-180 ekor/m² melalui proses aklimatisasi suhu dan oksigen.
Strategi pemberian pakan menggunakan pakan Haida HDV dilakukan dengan metode blind feeding hingga DOC 30 yang kemudian dilanjutkan dengan pengecekan anco serta sampling rutin untuk menjaga efisiensi pakan dan memantau laju pertumbuhan (ABW dan ADG) yang menunjukkan tren positif. Aspek kesehatan dipantau secara berkala melalui monitoring parameter kualitas air seperti salinitas, alkalinitas, dan TOM, serta pemantauan mikrobiologi untuk menekan populasi bakteri Vibrio dengan aplikasi probiotik Bacillus sp. Yang dikultur secara massal.
Analisis kesehatan dilakukan baik secara makroskopis melalui pengamatan visual maupun mikroskopis pada organ hepatopankreas, didukung oleh uji PCR yang menunjukkan hasil negatif terhadap penyakit utama seperti WSSV dan IMNV, meskipun ditemukan sedikit spora EHP yang berhasil ditangani melalui deteksi dini. Secara keseluruhan, meskipun manajemen kesehatan dinilai berhasil menjaga kelangsungan hidup udang hingga masa panen, disarankan untuk meningkatkan frekuensi penyiponan serta mengevaluasi manajemen pakan guna menekan peningkatan nilai amonia dan TOM yang cenderung naik pada DOC tinggi.

Item Type: Other
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Depositing User: Unnamed user with email admin@poltekkpsidoarjo.ac.id
Date Deposited: 19 Oct 2026 04:50
Last Modified: 19 Oct 2026 04:50
URI: https://repository.poltekkpsidoarjo.ac.id/id/eprint/588

Actions (login required)

View Item
View Item