Pengaruh salinitas air terhadap pertumbuhan udang vannamei (Litopenaeus vannamei), di PT Anugrah Nusantara Kraksaan, Probolinggo Jawa timur.

Trilaksono, Dheihan Aji (2026) Pengaruh salinitas air terhadap pertumbuhan udang vannamei (Litopenaeus vannamei), di PT Anugrah Nusantara Kraksaan, Probolinggo Jawa timur. Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, Sidoarjo. (Unpublished)

[thumbnail of Laporan KPA Dheihan.pdf] Text
Laporan KPA Dheihan.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Udang vannamei merupakan salah satu komoditas ekspor perikanan bermutu tinggi yang sangat digemari konsumen karena rasanya yang gurih serta memiliki keunggulan seperti tingkat kelangsungan hidup yang tinggi dan pertumbuhan yang cepat. Peralihan sistem budidaya dari konvensional ke intensif dengan padat tebar tinggi memicu peningkatan limbah organik dari sisa pakan dan feses yang dapat menurunkan kualitas air media budidaya. Salah satu parameter pembatas utama dalam keberhasilan budidaya ini adalah salinitas, yang berpengaruh langsung terhadap stabilitas osmoregulasi, kapasitas pencernaan, efisiensi absorbsi nutrisi, serta kelancaran siklus penggantian kulit (moulting) udang.
Karya Ilmiah Praktik Akhir (KIPA) ini dilaksanakan di PT Anugrah Nusantara Kraksaan, Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Metode kerja yang digunakan adalah survei dengan pola magang melalui partisipasi aktif langsung dalam seluruh rangkaian kegiatan produksi di lapangan. Data diperoleh melalui observasi harian, wawancara bersama staf ahli perusahaan, dokumentasi, serta dianalisis menggunakan metode analisis data deskriptif.
Hasil monitoring menunjukkan bahwa fluktuasi nilai salinitas air harian di kedua petak pengamatan (Petak D4 dan Petak T1) berkisar antara 15–25 ppt, yang dikategorikan masuk dalam rentang standar optimal perusahaan. Laju pertumbuhan harian (Average Daily Gain/ADG) menunjukkan perbedaan performa yang signifikan, di mana udang pada Petak T1 mencapai nilai ADG lebih optimal sebesar 0,26 gram/hari (ABW naik dari 5,30 g ke 7,12 g), sedangkan Petak D4 tertahan di angka 0,21 gram/hari (ABW naik dari 4,41 g ke 5,87 g).
Perbedaan ini dipicu oleh fluktuasi parameter lingkungan yang lebih dinamis akibat cuaca pancaroba pada Petak D4, sehingga udang terpaksa mengalihkan sebagian energi metabolismenya untuk aktivitas osmoregulasi dasar dan mengurangi alokasi energi untuk pertumbuhan somatik. Meskipun performa awal hingga pertengahan berjalan konendali dengan ditunjang kestabilan pH ideal (7,2–8,5) serta manajemen pakan berbasis kontrol anco, kedua petak sempat mengalami kendala mortalitas massal akibat serangan penyakit WSSV dan IMNV pada DOC 46 (Petak T1) serta serangan tunggal IMNV pada DOC 48 (Petak D4) yang kemudian dimitigasi secara darurat melalui tindakan panen dini.

Item Type: Other
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Depositing User: Unnamed user with email admin@poltekkpsidoarjo.ac.id
Date Deposited: 21 Oct 2026 05:21
Last Modified: 21 Oct 2026 05:21
URI: https://repository.poltekkpsidoarjo.ac.id/id/eprint/591

Actions (login required)

View Item
View Item