Pengaruh N/P Ratio Terhadap Komposisi dan Kelimpahan Plankton Pada Udang Vaname (Litopenaeus Vanamei) di PT. Tanjung Bumi Akuakultur Indonesia

Faradela, Faradela (2026) Pengaruh N/P Ratio Terhadap Komposisi dan Kelimpahan Plankton Pada Udang Vaname (Litopenaeus Vanamei) di PT. Tanjung Bumi Akuakultur Indonesia. Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, Sidoarjo. (Unpublished)

[thumbnail of Laporan KPA Faradela.pdf] Text
Laporan KPA Faradela.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Budidaya udang yang menerapkan dengan sistem intensif menjadikan banyaknya inputan pakan yang masuk ke dalam kolam yang apabila tidak termakan oleh udang akan menjadikan limbah tersebut menjadi bahan organik yang kaya akan nitrogen dan fosfor. N dan P tersebut merupakan peran unsur hara bagi plankton untuk tumbuh dan berkembang. Namun, apabila kandungan tersebut tidak dikondisikan maka akan berdampak buruk yaitu adanya dominasi plankton yang merugikan sehingga dapat menjadi ancaman terhadap jenis plankton lainnya. Oleh karena itu perlu adanya pemahaman mengenai N/P Rasio agar dapat menjaga kestabilan ekosistem perairan.
Maksud dari pelaksanaan Kerja Praktik Akhir adalah dapat menambah pengalaman, keterampilan dan pengetahuan tentang pengaruh N/P ratio terhadap komposisi dan kelimpahan plankton pada udang vanname. Tujuan dari pelaksanaan Kerja Praktik Akhir adalah Mengetahui kelimpahan plankton yang terdapat pada media pembesaran udang vaname (Litopenaeus vannamei) dan mengetahui pengaruh rasio N/P terhadap dinamika kelimpahan plankton di PT Tanjung Bumi Akuakultur Indonesia.
Total kelimpahan plankton pada budidaya udang petak B3 dan B4 dengan kisaran 61.000 – 1.780.000 ind/mL. Hasil komposisi plankton pada tambak PT Tanjung Bumi Akuakultur Indonesia dari petak B3 dan B4 Chlorophyta (Green Algae), Cyanophyta (Blue Green Algae), Chrysophyta (Diatom), Euglenophyta, Dinoflagellata dan Protozoa. Pertumbuhan plankton dalam perairan dipengaruhi oleh ketersediaan N/P Rasio (Thoha dan Arif, 2013). Secara garis besar, plankton yang memiliki jumlah paling tinggi, yaitu golongan Chlorophyta (Green Algae) mencapai 67,4 – 86,3%. Secara garis besar, plankton yang memiliki jumlah paling tinggi, yaitu golongan Chlorophyta (Green Algae) mencapai 67,4 – 86,3%. BGA merupakan jenis plankton yang dihindari oleh petambak karena dalam kondisi blooming akan menyebabkan perairan berwarna hijau biru bahkan hitam karena mengandung senyawa toksin yang berbahaya bagi udang Tingkat dominasi plankton dari Dinoflagellata ditemukan diatas batas rata rata pada setiap pengecekan petak B3 dan B4 yaitu <5%. Spesies yang mendominasi pada kelas Dinoflagellata adalah Gymnodinium, Gyrodinium, Protoperidinium, dan Chatonella Keberadaan Dinoflagellata pada tambak udang sangat tidak dikehendaki karena apabila kelimpahannya yang tinggi dapat menyebabkan perairan tambak berwarna coklat kemerahan dan mengandung racun. Tingginya plankton jenis Dinoflagellata dapat disebabkan karena rendah N/P Rasio dalam suatu perairan (Mujih et al, 2015)
Nutrien yang paling dibutuhkan oleh organisme adalah unsur karbon, nitrogen, dan fosfat. Nutrien yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan dan metabolisme fitoplankton adalah N dan P. Berdasarkan nilai N/P Rasio petak B3 dan B4 rasio tertinggi pada petak B4 yang berkisar 23:1. Sedangkan rasio terendah pada petak B3 dengan nilai 8:1. Sedangkan, rasio perbandingan yang optimal bagi pertumbuhan fitoplankton secara umum berada pada kisaran 16:1
(Pelo et al. 2014). Kondisi rasio N/P yang rendah memicu ledakan populasi fitoplankton merugikan, khususnya dari kelas Dinoflagellata dan Blue Green Algae. Hal ini sejalan dengan pernyataan Toha dan Arif (2013) bahwa ketersediaan serta fluktuasi rasio nutrien di suatu perairan dapat mengakibatkan perubahan signifikan terhadap kelimpahan dan komposisi jenis plankton. Rasio N/P yang tepat akan memunculkan pertumbuhan fitoplankton yang tepat pula, sehingga akan terjadi ekosistem tambak melalui berbagai mekanisme. apabila rasio nutrien tersebut tidak tepat, maka akan muncul fitoplankton dari kelompok yang tidak diinginkan sehingga dapat menganggu pertumbuhan udang
Total kelimpahan plankton pada petak B3 dan B4 berkisar antara 61.000 –
1.780.000 ind/mL. Angka ini masuk dalam kategori aman dan telah memenuhi SOP laboratorium PT Tanjung Bumi Akuakultur Indonesia. Komunitas plankton didominasi oleh golongan Chlorophyta (Green Algae) dengan persentase mencapai 67,4 – 86,3%. Terjadi lonjakan populasi pada kelompok plankton merugikan, khususnya Dinoflagellata dan BGA (Blue Green Algae), yang menyebabkan air tambak berubah warna menjadi merah kecoklatan. Fenomena ini dipicu oleh rendahnya N/P rasio di perairan (bahkan menyentuh angka 8:1 pada petak B3), yang berada jauh di bawah ambang batas optimal perusahaan. Pertumbuhan alga merugikan tersebut perlu ditekan dengan cara meningkatkan dosis pupuk urea guna menaikkan dan mengembalikan rasio N/P air media ke kisaran ideal, yaitu 16–30:1.

Item Type: Other
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Depositing User: Unnamed user with email admin@poltekkpsidoarjo.ac.id
Date Deposited: 21 Oct 2026 05:42
Last Modified: 21 Oct 2026 05:42
URI: https://repository.poltekkpsidoarjo.ac.id/id/eprint/592

Actions (login required)

View Item
View Item