Manajemen Kesehatan Pada Udang Vaname (Litopenaeus Vannamei) Di PT. Madura Marina Persada, Sumenep Jawa Timur

Fitriana, Heltia Fadzila (2026) Manajemen Kesehatan Pada Udang Vaname (Litopenaeus Vannamei) Di PT. Madura Marina Persada, Sumenep Jawa Timur. Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, Sidoarjo. (Unpublished)

[thumbnail of Laporan KPA Heltia.pdf] Text
Laporan KPA Heltia.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Udang vaname (Litopenaeus vannamei), meskipun bukan spesies lokal udang vanamei mampu Salah satu komoditas udang yang dibudidayakan di Indonesia adalah udang vanamei (Litopenaeus vannamei) menjadi komoditas unggulan budidaya udang di Indonesia, karena keungggulannya yaitu lebih resisten terhadap penyakit (Reza,et,al., 2020). Produksi udang vaname di Indonesia menunjukkan tren meningkat stabil, dengan pertumbuhan rata-rata sekitar 7,14 % per tahun menurut data DJPB untuk tahun 2024 (Diatin et al.,2024). Penyakit pada udang merupakan salah satu penyebab kerugian dalam budidaya udang. Penyakit pada umumnya disesbabka oleh bakteri, virus dan jamur. Hal ini dapat terjadi karena ketidakseimbangan antara inang, patogen dan lingkungan (Arsad et al., 2017).

Maksud dari kegiatan ini yaitu untuk mengetahui konidisi Kesehatan udang vaname melalui kegiatan monitoring secara rutin selama proses budidayaberlangsung, sehingga dapat mengetahui faktor yang mempengaruhi Kesehatan udang di tambak.Dengan tujuan untuk mengetahui metode monitoring, mengidentifikasi kondisi Kesehatan secara mirkoskopis dan
makroskopis, sertamenganalisis hasil manajemen kesehatan udang vaname. Data primer meliputi parameter kualitas air, hasil pengamatan kesehatan udang, dan data pertumbuhan. Data sekunder meliputi ABW, ADG, dan Survival Rate (SR).

Persiapan kolam dilakukan melalui pembersihan, pengapuran, dan sterilisasi, diikuti penebaran benur SPF (PL 8–10) dengan padat tebar 180 ekor/m2 setelahaklimatisasi. Pemberian pakan menggunakan blind feeding (DOC 1–5) dan demand feeding dengan anco sebanyak 4 kali sehari sesuai konsumsi. Monitoring kualitas air meliputiparameter fisika (kecerahan), kimia (pH, salinitas, NH3, NH4+, NO2-, PO4, alkalinitas, TOM, hardness), serta biologi (Total Vibrio Count dengan TCBS dan Chrom Agar). Monitoring kesehatan udang dilakukan secara makroskopis (aktivitas, warna, usus,hepatopankreas) dan mikroskopis (wet mount) untuk mengamati lipid, tubulus, nekrosis, serta spora EHP. Monitoring pertumbuhan dilakukan dengan sampling setiap 7–10 hari untuk mengukur ABW, ADG, dan SR. Seluruh data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam table serta grafik. Budidaya dilakukan pada petak E4, E5, E6, dan E7. Kondisi kesehatan udang secara makroskopis umumnya aktif dengan ukuran relatif seragam, namun terdapat variasi pada hepatopankreas (warna pucat hingga normal). Secara mikroskopis, kadar lipidberkisar 50–90%, tubulus normal, dan ditemukan indikasi spora EHP ringan (1–2koloni) pada DOC 45 di semua petak.Kualitas air sebagian besar masih dalam kisaran toleransi, namun petak E4 menunjukkan penurunan kualitas.

Pada kegiatan KPA ini telah berhasil mempelajari dan melaksanakan metode monitoring kesehatan udang vaname secara rutin sesuai prosedur standar perusahaan, meliputi pemantauan kualitas air (fisika, kimia, dan biologi), pengamatan pertumbuhan (ABW dan ADG), serta monitoring makroskopis danmikroskopis melalui uji wet mount. Secara umum, kondisi kesehatan udang pada petak E5, E6, dan E7 tergolong baik, ditandai dengan aktivitas renang aktif, warna tubuh normal, usus penuh, tubulus hepatopankreas normal, serta kadar lipid yang bervariasi antara 50–90%.Namun, ditemukan indikasi spora EHP ringan (1–2 koloni) pada DOC 45 di semua petak yang diamati. Kesehatan dan pertumbuhan udang sangat dipengaruhi oleh manajemen kualitas air. Petak E6 dan E7 menunjukkan performa terbaik dengan nilai ABW dan ADG tertinggi, sedangkan petak E4 mengalami performa terendah akibat penurunan kualitas air (peningkatan NH3, NH4+, NO2-, dan fosfat), yang menyebabkan mortalitas lebih tinggi dan kelangsungan hidup (SR) masih di bawah standar ideal (63– 76%).

Item Type: Other
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Depositing User: Unnamed user with email admin@poltekkpsidoarjo.ac.id
Date Deposited: 21 Oct 2026 06:21
Last Modified: 21 Oct 2026 06:21
URI: https://repository.poltekkpsidoarjo.ac.id/id/eprint/593

Actions (login required)

View Item
View Item